Sebelumnya, industri hulu minyak dan gas bumi (Migas) membutuhkan teknologi untuk mencapai keberhasilan dalam meningkatkan produksi, hal tersebut pun menjadi peran penting di tengah kebutuhan yang meningkat.
Deputi Ekspoitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan, adopsi AI di industri hulu migas sudah menjadi kebutuhan penting agar industri ini dapat terus bertahan dan berkembang. Saat ini, peranan teknologi akan sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan bisnis, termasuk di industri hulu migas.
“Dengan jumlah aset yang banyak dan jumlah tenaga kerja yang terbatas, digitalisasi memegang peranan penting dalam kegiatan Operasi,” kata Wahju, di Jakarta, Selasa (21/11/2023).
Salah satu produsen Migas nasionalPGN Saka sebagai afiliasi PGN Subholding Gas Pertamina telah berhasil ciptakan inovasi teknologi dalam kegiatan operasi bernama ESP Predictive Solution (ESPresso). Inovasi ini merupakan solusi PGN Saka yang ditawarkan untuk internal dan utilisasi open-source meliputi dua aspek kunci yakni Anomaly Detection dan prediksi Remaining Useful Life (RUL).
“Sejak tahun 2014, PGN Saka secara bertahap terus meningkatkan pemanfaatan teknologi Digital dalam rangka mencari dan menjaga Produksi Hidrokarbon dari perut bumi,” Ungkap Direktur Utama PGN Saka, Medy Kurniawan.
PGN Saka menerapkan ide dengan menggabungkan teknologi, keahlian, dan machine learning dalam inovasi ESPresso, guna mengembangkan sistem peringatan dini untuk memantau kinerja pompa Electrical Submbersible Pump (ESP) yang dipasang di sumur produksi PGN Saka serta memprediksi RUL sebagai deteksi waktu yang diperlukan untuk penggantian unit/komponen dari ESP tersebut.