Keuangan Digital Berkembang Pesat, Penguatan Keamanan Cloud Perlu Diperketat

Liputan6.com, Jakarta – Teknologi cloud menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan termasuk sektor Banking and Financial Services Industry untuk layanan keuangan digital. Bank Indonesia menyatakan keuangan digital yang inklusif membantu mendorong pertumbuhan ekonomi negara karena memudahkan masyarakat bertransaksi, berinvestasi, hingga asuransi digital.

Namun kemudahan dari adanya digitalisasi tentu tidak luput dari tantangan.

IT Advisory Director Grant Thornton Indonesia Goutama Bachtiar mengatakan, dalam lima tahun terakhir ada ancaman-ancaman yang mengintai keamanan siber, seperti phishing yang dilakukan untuk mendapatkan data pribadi seseorang, dan ransomware yakni enkripsi data dan informasi sehingga data dan informasi tersebut tidak dapat digunakan sepenuhnya oleh pemiliknya.

Ancaman keamanan siber ini tentunya harus ditanggapi dengan serius guna menjaga data dan informasi.

“Peretasan saat ini semakin banyak terjadi, dampaknya lebih signifikan dan tingkat keberhasilannya semakin tinggi, dan para peretas tidak lagi bekerja sendiri,”kata dia, Minggu (10/12/2023).

Dalam satu dekade terakhir, semakin banyak sindikat peretas topi hitam (black-hat hacker) yang terbentuk. Mereka bergerombol dan melakukan aksinya bersama-sama. Hal ini harus ditanggapi secara serius dengan memperhatikan momentum vital dalam melindungi dan mengamankan data.

Salah satunya adalah saat migrasi data baik dari on-premise ke cloud maupun dari penyedia layanan cloud ke penyedia layanan cloud lainnya (multi cloud environment).

“Pada saat migrasi ini haruslah diperhatikan transmisi data ke cloud, mulai dari persiapan, pengklasifikasian, pengiriman (in-transit) sampai dengan tiba di tujuan (at rest),” ujar Goutama.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *