Terkait potensi pasar apartemen, Ferry menegaskan bahwa saat ini investor yang karakter mencari yield jumlahnya berkurang sejak 2022. Di mana pasar apartemen didominasi investor, khususnya kelas menengah atas.
“Di tahun 2023, pasarnya beda, pasar apartemen dari data yang kita lakukan pada kuartal II 2023 lalu didominasi oleh end user, mencapai 54%. Mereka membeli melihat dari progres proyeknya, atau produk sudah jadi, karena ini lebih confident,” tegasnya.
Selain itu segmen end user membeli karena ada keperluan untuk dihuni, dan sudah saatnya membeli.
“Fakta end user ini diperkuat juga oleh karena data OJK (otoritas Jasa Keuangan), pada akhir tahun lalu saving dana masyarakat di bank meningkat, dan cukup besar. Nah, ini peluang, bagaimana bisa megedukasi mereka untuk berinvestasi di properti, meyakinkan mereka memindahkan dananya ke apartemen sebagai investasi yang menguntungkan,” jelasnya.
Secara umum investor properti mempunyai kecenderungan untuk mengambil sikap wait and see atau menunda keputusan investasi.
Namun ada juga yang justru mengambil peluang ketika harga properti belum naik, mengambil opportunity. Dan ini beda dengan segmen rumah tapak yang tetap kuat, dan ini perlahan bisa terjadi di hunian vertikal karena kebutuhan hunian tinggi.