Indeks dolar Amerika Serikat (USD) melemah menjelang akhir pekan pada Jumat, 8 November 2023. Pelemahan USD terjadi seiring data lowongan kerja dan payroll swasta menunjukkan pasar tenaga kerja Amerika yang melemah. Data bulan November akan dirilis hari ini.
“Tanda-tanda pasar tenaga kerja yang melemah akan mengurangi dorongan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama,” ungkap Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi dalam paparan tertulis pada Jumat (8/12/2023).
Pembacaan pada hari Jumat juga terjadi hanya beberapa hari sebelum pertemuan terakhir The Fed untuk tahun ini. Bank Sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Namun pasar masih mencari kapan The Fed dapat mulai menurunkan suku bunganya pada 2024 mendatang.
“Ekspektasi bahwa penurunan suku bunga dapat dilakukan segera setelah bulan Maret 2024 telah mendorong penguatan mata uang Asia dalam beberapa sesi terakhir,” kata Ibrahim.
Selain itu, pidatonya Gubernur Bank of Japan memicu pembalikan tajam spekulasi akan pelemahan Yen lebih lanjut, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Jepang akan mengakhiri rezim suku bunga negatifnya pada tahun 2024. Hal ini membantu yen memperkuat data sebelumnya yang menunjukkan bahwa perekonomian Jepang menyusut lebih dari perkiraan awal pada kuartal ketiga.